Jumat, 19 Oktober 2012

itulah kali pertama senyummu melengkung sempurna. aku terpukau dan semakin membabi buta, sungguh aku sangat ingin memastikan semuanya. apakah kamu adalah dia? dia yang telah kuduga-duga? atau semua hanya khayal yang melebihi batas wajar? 

jika sekali saja ku minta kau tersenyum hanya untukku... maukah? aku tahu, kamu tak akan sadar kuperhatikan. dan mungkin saja kamu memang tak mau tahu tentang seseorang yang diam-diam menyimpan goresan wajahmu dalam ingatan. aku hanya terjebak pertemuan semu yang berujung siksa.

harapanku sangat tinggi, hanya ingin kau menatapku dengan tatapan ramah dan hangat. aku juga ingin mendengar suaramu dan merasakan hangatnya jamarimu. aku menghela nafas dan kubiarkan lepas. sedetik, dua detik, tiga detik... dan kau sudah memiliki tempat spesial itu, hatiku.

waktuku tersita sangat lama hanya untuk memikirkanmu. juga pertemuan absurd kita yang terjadi tanpa sengaja. jika ini yang disebut takdir, maka aku belum sepenuhnya paham akan kehadiranmu dalam hari-hariku. karena semua terjadi tanpa rencanamu dan rencanaku. mungkinkah ada tangan ajaib yang sengaja mengatur langkah kaki kita yang berbeda agar menjadi sama? 

baru kali ini aku rajin menghitung hari...

ini waktu aku ngelihat kamu di  sekolah
waktu pensi  :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar