Jumat, 03 Februari 2012

Drama Ande-Ande Lumut ( Ande-Ande Lemot Komedi 9c {} )

Klenting Kuning : Jasmine Mazaya Dimarti
Klenting Merah : Izmia Kusumaningrum
Klenting Hijau : Ivatul Chanifa
Klenting Biru : Arif Tri Widodo
Mbok Menah : Wulan Widyaningsih
Mbok Rondo : Syahla Shabrina
Ande-Ande Lemot : Rizal Fachmi (lemot)
Yuyu Kangkang : Huda Setiawan
Penyiar TV : Denie Robi P

DRAMA INI UNTUK UJIAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA

   Pada zaman dahulu, di sebuah desa yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo yang serba berkecukupan. Tinggallah seorang pangeran bernama Inu Kertapati yang merupakan putra mahkota sebuah kerajaan. Akan tetapi, Pangeran Inu Kertapati merasa tidak puas dengan kehidupannya. Dia ingin mengembara menyusuri hutan, mencari jati diri dan pengalaman hidupnya. Maka disitulah awal mulainya perjalanan hidup dan menemukan pendampping hidupnya.
     Sementara itu, Dewi Sekartaji yang merupakan calon istri Pangeran Inu Kertapati mengembara mencarinya. Kemudian Dewi Sekartaji diangkat anak oleh Mbok Menah. Ingin tahu cerita selanjutnya?? Simak dan saksikan! :)

Mbok Menah : "Para penonton perkenalkan nama saya Mbok Menah. Saya ini simboknya para klenting. saya sangat banga punya anak yang cantik-cantik, pinter-pinter, berbakti krpada orang tua, penurut lagi. pokoknya tidak ada yang menandingi mereka diseluruh desa ini. sudah banyak pemuda yang melamar mereka. eeh sudah dulu ya penonton, saya permisi mau masak dulu. soalnya anak-anak saya belum sarapan"

Klenting Merah : "Assalamualaikum.. para penoton.. perkenalkan.. kami adalah para klenting anak dari Mbok Menah. nama saya Klenting Merah, saya ini yang tertua lho!"
Klenting Hijau : "Nama saya Klenting Hijau"
Klenting Biru : "Kalau saya Klenting Biru"
Klenting Merah : "Para penotnon, kami ini sangaaaaaat menyayangi simbok kami. karena simbok kami memberikan kebebasan buat kami. itu artinya, simbok kami mempercayai kami. betulkan adek-adekku?"
Klenting Hijau : "Benar sekali penonton! Kami-kami ini kan masih muda. usia muda harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, hidup cuma satu kali jangan disia-siakan hihihi"
Klenting Merah : "Eh adik-adikku ayo kita masuk! Kita harus membantu simbok masak, ayo!"
Klenting Kuning : " Permisi.. permisi.. kulonumon.. spada.."
Klenting Hijau : "Ada apa? Mau ketemu siapa?"
Klenting Kuning : "saya saya saya ini pengembara yang tidak memiliki rumah. saya juga tidak punya orang tua. saya mohon jadikan saya saudara kalian, pleaseee.."
Klenting Hijau : "Apa? Mau numpang disini? sorry! sudag nggak ada tempat"
Klenting Merah : "Plas plis plas plis! ngomongnya saja aneh-aneh sudah sana pergi saja! nggak level!"
Mbok Menah : "Anak-anakku.. ada apa to ini, kedengarannya ribut-ribut! ada apa? lho siapa ini? cantik sekali kamu nduk"
Klenting Kuning : "Mbok, saya ini seorang pengemba. saya tidak punya orang tua dan tidak punya rumah. saya hidup sebatang kara. jadi tolong saya mbok, saya ingin menjadi keluarga disini plissss.."
Mbok Menah : "Plis? Plis iku panganan opo to nduk?"
Klenting Merah : "Alaaaah sudahlah mbok! tidak ada gunanya menanggapi dia!"
Klenting Hijau : "Iya lagian rumah kita kan sudah penuh dengan wanita mbok, kamarnya sudah pas!"
Mbok Menah : "Sudah sudah jangan ribut! simbok tambah bingung nih. nduk cah ayu.. simbok izinkan kamu tinggal disini. tapi kamu harus bantu-bantu disini ya?"
Klenting Kuning : "Wuaah! Terimakasih.. terimakasih mbok!"
Mbok Menah : "Iya iya iya eh, tapi ngomong-ngomong siapa namamu nduk?
Klenting Kuning : "AKU NGGAK PUNYA NAMA"
Mbok Menah : "Ya sudah.. sudah.. mmmm.. karena pakaianmu kuning-kuning jadi kamu kuberi nama Klenting Kuning ya? Nah kamu sekarang bergabung dengan saudara-saudaramu. ayo sana!"
Klenting Kuning : " Baik mbok"

Klenting Kuning : "Para penotnon, saya sangaaat bersyukur karena saya sekarang mempunyai rumah. teteapi, saudara-saudara saya itu tidak menjaga kebersiha, alias jorok. walaupun saya diperlakukan bagaikan pembantu, tapi tidak apa-apa. asalkan tujuan saya untuk menemukan kakanda inu kertapati tersampai. tap yang saya herankan ya penonton, saya menemukan puntung rokok dan botol bir di kamar kakak-kakak saya tersebut. tetapi mbok menah tidak mengetahui hal tersebut. pasti akibat salah pergaulan"

Klenting Merah : "Heh klenting kunin, simbok dimana?"
Klenting Kuning : "Hmm kasih tau nggak ya?"
Klenting Merah : "Kaih tau dong!"
Klenting Kuning : "Wani piro?"
Klenting Merah : "Sudah cepat! dimana simbok?!!"
Klenting Kuning : "Itu di dalam lemari, eh di dalam kamar maksudku"

Penyiar TV : "Pengumuman pengumuman.. Barang siapa yang merasa perempuan dan memenuhi persyaratan, seorang pemuda dari dusun seberang yang bernama Ande-Ande Lemot mencari jodoh untuk dijadikan pendamping hidupnya"
Mbok Menah : "Wuah! Ini baru kabar gembira! Anak-anakku! Klenting Merah, Klenting Hijau, Klenting Biru ayo kesini!"
Para klenting : "Iya ada apa mbok?"
Mbok Menah : "Dengar nduk, cah ayu. baru saja disiarkan di tv lewat sekilat info bahwa si ande-ande lemot yang gagah perkasa sedang mencari istri. ini peluang untuk kalian! ayo cepat kalian segera berangkat! nanti pendaftarannya keburu tutup!"
Klenting Kuning : "Lho mbok? bagaimana dengan saya?"
Klenting Merah : "Heh kamu di rumah saja sama simbok!"
Klenting Hijau : "Iya nggak level! Ande-ande lemot tidak akan menerima kamu! ngerti?!"
Mbok Menah : "Iya, kamu di rumah saja sama simbok"
Klenting Merah : "Ya sudah mbok, kita berangkat ya"
Klenting Biru : "Mohon doa restunya mbok"
Mbok Menah : "Ya sudah sana berangkat"

Klenting Kuning : "Mbok, saya ingin sekali ikut kakak-kakak yang lain untuk melamar ande-ande lemot"
Mbok Menah : "Tidak usah, kamu itu tidak pantas. Lihat saja dandananmu"
Klenting Kuning : "Tapi mbok, beri saya kesempatan untuk melamar ande-ande lemot"
Mbok Menah : "Ya sudah, tapi sini kamu simbok dandani dulu!"
Klenting Kuning : "Baik mbok"
Mbok Menah : "Nah sekarang kalo gini kan sudah cantik"
Klenting Kuning : "Iya mbok"

Klenting Merah : "Wah kok sepi, mana nih perahunya?"
Yuyu : "Duh nona-nona yang cantik ini mau kemana?"
Klenting Hijau : "Wah kebetulan ada yuyu kangkang. yuyu kangkang yang baik dan cakep, tolong dong kami diseberangkan ke desa seberang, soalnya kami mau melamar ande-ande lemot"
Yuyu : "Oh mau ke desa dadapan. mau menemui ande-ande lemot ya? boleh-boleh asalkan dibayar 1 juta 1 orang, bagaimana?"
Klenting Merah : "Wah mahal sekali, kami tidak punya uang sebanyak itu"
Yuyu : "Wah kalo nggak mau ya sudah, tak tinggal pergi saja"
Klenting Merah : "Eh eh kok gitu sih? jangan marah dong yuyu kangkang kamu kan baik dan ganteng! tolong dong kami dibantu sekali-kali"
Yuyu : "Apa?! Gratis?! duh-duh zaman sekarang nggak ada yang gratis dek, sampeyan jangan seenaknya bilang begitu saja. Hmm saya punya jalan keluarnya dek"
Klenting Merah & Klenting Hijau : "Bagaimana bagaimana?"

1 komentar: